Blog

Makna dan Hikmah yang dapat dipetik dari Hari Raya Idul Adha

July 26, 2018

Hari Raya Idul Adha jatuh pada setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah yaitu bulan terakhir di tahun Hijirah dalam penanggalan Islam. Idul Adha juga dikenal sebagai “Hari Raya Kurban”. Hari Raya Idul Adha 2018 ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 22 Agustus 2018.

Pada periode ini, semua umat Muslim yang menunaikan Ibadah Haji yaitu Wukuf di Arafah. Umat Muslim memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian Ihram. Hal ini melambangkan persamaan Akidah dan pandangan hidup, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa, sambil bersama-sama membaca kalimat Talbiyah.

Bagi umat Muslim yang belum mampu melakukan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya Hari Raya Penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (Kekasih Allah).

Inilah Hikmah dan Makna yang dapat dipetik dari peristiwa bersejarah Nabi Ibrahim yang dapat digunakan sebagai refleksi di Hari Raya Idul Adha 2018 ini:

1. Meningkatkan Taqwa

Keikhlasan Ibrahim untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail, atas perintah Allah menandakan tingginya tingkat ketakwaan Nabi Ibrahim. Lalu dengan Kuasa Allah ternyata yang disembelih bukan Ismail melainkan domba. Peristiwa ini pun mencerminkan Islam sangat menghargai nyawa dan kehidupan manusia, Islam menjunjung tinggi peradaban manusia.

Pengertian taqwa terkait dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya. Ajaran Islam mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akhirat. Bahwa kelak untuk meraih kehidupan Hasanah di akhirat, perlu melalui kehidupan yang Taqwa di dunia ini yang merupakan ladang untuk memperbanyak kebajikan dan memohon Ridho-Nya agar tercapai kehidupan dunia dan akhirat yang Hasanah.

2. Memperkuat Hablum minnalah (Hubungan kepada Allah) dan Hablum minannas (Hubungan antar sesama manusia)

Kehidupan saling tolong menolong dan gotong royong dalam kebaikan merupakan ciri khas ajaran Islam. Dalam konteks ini, seorang Muslim diingatkan untuk siap sedia berkurban demi kebahagiaan orang lain khususnya mereka yang kurang beruntung, waspada atas godaan dunia agar tidak terjeremus dalam berperilaku tidak terpuji, seperti serakah, mementingkan diri sendiri, dan lalai beribadah.

Dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada kaum tak berpunya, itu merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial seorang umat Muslim kepada sesamanya yang tidak mampu.

Artikel ini dirangkum dari sumber:

https://bit.ly/1L4NARF